“Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah
cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai
perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi
mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai”. (KH Rahmat Abdullah)
Syahdu rasanya membaca
tulisan di atas, begitu indahnya ketika kita meyakini bahwa dakwah adalah
cinta. Dan sebagaimana yang kita tahu bahwa cinta selalu memiliki keinginan
untuk memberi, memberikan yang terbaik bagi orang disekitar kita, memberikan
yang terbaik bagi umat yang kita cintai dan memberikan yang terbaik bagi agama
dan negara kita.
Dengan cinta jualah kita
masih bertahan dijalan penuh liku ini, di jalan tanpa ujung yang terkadang
menimbulkan banyak luka di sana sini, dengan cinta jualah sekalipun hati
menjerit, fikiran lelah dan harta terkuras tapi tidak juga membuat kita ragu
untuk beranjak dari jalan ini.
Sebagaimana yang telah di contohkan oleh Sang Tauladan kita,
Perilaku Rosulullah terhadap wanita Yahudi buta yang senantiasa mencaci maki
beliau. Sungguh indah balasan yang diberikan Rosulullah terhadap wanita ini,
tanpa ragu dan dengan penuh ikhlas beliau senantiasa menyuapi wanita tersebut
dengan roti yang dicelupkan ke susu, sampai berbulan lamanya dan selama itupun
wanita itu tidak tahu bahwa ternyata yang menyuapi itu adalah orang yang selama
ini selalu dihina dan dicaci olehnya, Wanita Yahudi buta ini baru menyadari
ketika Rosulullah sudah wafat sehingga mengetuk hatinya untuk memeluk agama
yang penuh dengan ketulusan ini. Ya.. beginilah ketika cinta sudah merasuki
tubuh dakwah, tidak ada lagi pemaksaan ataupun kediktatoran, yang ada hanya
ketenangan yang mengalir begitu indah merasuki jiwa jiwa yang menunggu uluran
sinar cahaya Illahi.
“segala yang keluar dari
hati akan masuk ke hati”
Menghadirkan kebaikan bagi mereka yang ada disekitar kita
adalah hakikat dari cinta dan dakwah itu sendiri, Cinta dan dakwah karena Allah
adalah cintanya orang asing yang selalu bersemangat untuk menebar kebaikan,
cinta yang bukan hanya sekedar kata benda tetapi juga kata kerja.
“karena hembusan cinta
maka kuncupnya pun telah menjelma menjadi bunga..”
Siapkah kita untuk tidak hanya sekedar mengajak pada
kebaikan tetapi juga menebarkan cinta bagi orang yang kita dakwahi, menjaganya
dari hari ke hari dan dari waktu ke waktu agar semakin merekah indah, lalu
dengan kuasa Allah nantilah bunga yang telah kita sirami dengan kasih sayang
dan kita jaga dengan ketulusan itu bisa menebar keindahan bagi lingkungan
sekitarnya.
Adapun ketika kita sudah berusaha berdakwah sebaik
mungkin, menyentuh hati dengan hati dan senantiasa menyertakan orang yang kita
dakwahi dalam doa kita, tapi tetap Allah lah yang bisa menggariskan semuanya, karena
Allah lah pemilik agama ini dan kita hanyalah bekerja dalam rangka beribadah
karena Nya.
Namun.. entah dicaci, dimaki maupun dihormati tetap saja
kita harus memilih untuk menebar cinta Nya bukan???? Karena teko akan selalu mengeluarkan apa yang
dimilikinya.. J
Hamasah!!!!
0 komentar:
Posting Komentar